ADS 468x60

Ahad, 27 Mac 2011

6 Amalan yang Memberi Manfaat di Dunia dan Akhirat

Ibrahim bin Adham terkenal sebagai seorang yang zahid . Kata-katanya penuh dengan hikmah dan selalu dijadikan pedoman orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah. Pernah suatu ketika seorang muslim datang kepadanya meminta kepada beliau, “Wahai Ibrahim, berilah kami wasiat agar seluruh kehidupan kami bermanfaat !”. Maka Ibrahim Al Adham menjawab :

1. Jika engkau melihat orang-orang sibuk dengan dunia, maka sibukkanlah dirimu dengan akhirat.
2. Jika engkau melihat orang-orang sibuk dengan memperindah penampilan fizikal maka sibukkanlah dirimu dengan memperindah dan mempercantikkan batinmu.
3. Jika engkau melihat orang-orang sibuk mengurus perkebunan maka sibukkanlah dirimu dengan memakmurkan kuburan.
4. Jika engkau melihat orang-orang sibuk mengabdikan diri kepada sesama manusia, maka sibukkanlah dirimu dengan mengabdikan diri kepada Rabbul Alamin.
5. Jika engkau melihat orang-orang sibuk mengatakan aib orang lain, maka sibukkanlah dirimu dengan keburukan dirimu sendiri.
6. Jadikanlah kehidupan di dunia ini sebagai taman pertanian yang akan menghantarkan engkau ke pohon raya di akhirat kelak.



zahid = zuhud

Guna Pancaindera renung kebesaran Allah

Oleh Mohd Hishamuddin Mansor

MANUSIA makhluk menakjubkan yang Allah letakkan kepada mereka banyak rahsia kekuasaan Ilahiyah dan tempat melahirkan inayah ketuhanan-Nya. Mereka dipilih Allah sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi seperti firman-Nya: “Dan Dialah yang menjadikan kamu khalifah di bumi dan meninggikan setengah kamu atas setengahnya yang lain beberapa darjat, kerana Ia hendak menguji kamu pada apa yang telah dikurniakan-Nya kepada kamu. Sesungguhnya Tuhanmu amatlah cepat azab seksa-Nya dan sesungguhnya Ia Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” (Al-An’am ayat 165)
Kalau dikaji ayat al-Quran, terdapat banyak perintah Allah menyuruh manusia mengkaji diri mereka sendiri. Pada diri manusia itu terdapat tanda kebesaran, rahsia dan kekuasaan Allah yang perlu direnungi sebagai pedoman dan iktibar. Hanya mereka yang berakal memahami hakikat ini.
Firman Allah bermaksud: “Dan juga pada diri kamu sendiri. Maka mengapa kamu tidak mahu melihat serta memikirkan (dalil-dalil dan bukti itu)?” (az-Zariyat ayat 21) Firman Allah SWT lagi bermaksud: “(Setelah mengetahui yang demikian), maka hendaklah manusia memikirkan dari apa ia diciptakan.” (at-Tariq Ayat 5) Sesungguhnya Allah mencipta setiap anggota manusia dengan sempurna, cantik dan tersusun. Cuba perhatikan anggota yang wujud di kepala manusia seperti lidah, telinga dan mulut. Lidah yang dicipta sentiasa digunakan manusia untuk bertutur di samping berperanan sebagai deria rasa untuk menikmati makan dan minuman. Di kanan dan kiri kepala manusia pula, Allah mencipta sepasang telinga untuk mendengar. Di kepala itu juga terdapat sepasang mata untuk melihat.
Tiga pancaindera yang terletak di kepala ini sangat penting dalam kehidupan manusia. Ia membantu manusia menguruskan kehidupan harian mereka. Jika ditanya kepada manusia, adakah mereka mahu dibisukan lidah, dibutakan mata atau dipekakkan telinga, tentu sekali mereka akan mengatakan tidak kerana tanpa ketiga-tiga pancaindera ini kehidupan mereka amat sukar.
Persoalannya siapakah yang mencipta dan menganugerahkan pancaindera yang hebat ini secara percuma kepada manusia? Jika rosak, adakah pancaindera yang sangat berharga ini boleh dibeli atau ditempah sebagai gantinya? Seterusnya adakah wujud cerdik pandai di dunia ini yang boleh mencipta pancaindera itu yang sama dan setanding seperti asal?
Persoalan seperti ini tidak mampu dijawab oleh manusia melainkan ia perlu kembali kepada yang menciptanya. Siapakah yang mampu mencipta pancaindera yang sebegitu hebat? Tidak lain Dialah Tuhan yang bersifat Maha Pemurah Lagi Maha Pengasih kepada seluruh makhluk-Nya.
Contoh lain, jika seseorang manusia yang mahu tidur, namun matanya tidak mahu lelap sedangkan sudah puas dia berusaha untuk memejamkan matanya, adakah dia yang mahu supaya matanya tidak lelap? Atau ada kuasa lain yang menahan matanya supaya lelap? Jika ya, adakah manusia boleh melawan kuasa itu? Sudah tentu jawapannya tidak. Ini menunjukkan betapa lemahnya manusia. Jika matanya sendiri tidak berupaya untuk dilelapkan apatah lagi jika mahu dibanding dengan kekuasaan Penciptanya.
Demikianlah beberapa contoh yang terdapat pada diri manusia yang perlu direnungi, moga-moga dengan cara itu manusia akan mengenali siapa dirinya, siapa Tuhannya dan ke mana akhirnya perjalanan hidup mereka.

sumber : http://epondok.wordpress.com/2011/03/26/guna-pancaindera-renung-kebesaran-allah/

Tasawwuf : Riak

MENURUT AL-GHAZALI, HAKIKAT RIYA ADALAH MENCARI ‘POSISI’ DALAM HATI MANUSIA MELALUI AMALAN IBADAH DAN AMALAN KEBAJIKAN (THALAB AL-MANZILAH FI QULUB AL-NAS BIL IBADAT WA A‘MAL AL-KHAYR).



  


Lalu al-Ghazali membagi pelaku riya menjadi 6 kelompok , dilihat dari beberapa segi.

Pertama, riya dari segi FISIK (ar-riya’ min jihat al-badan), tandanya yaitu menampakkan wajah pucat agar disangka sedang berpuasa, atau menunjukkan kesedihan agar disangka peduli dengan urusan agama, atau menampakkan rambut yang kusut agar disangka tenggelam dengan urusan agama dan tidak memikirkan dirinya sendiri, atau menampakkan mulut yang bau agar disangka sedang berpuasa, atau merendahkan suara agar disangka sedang serius ber-mujahadah.


Kedua, riya dari segi GAYA (ar-riya’ bil hay’ah), tandanya yaitu seperti memendekkan kumis, menundukkan kepala ketika berjalan, menampakkan ketenangan ketika berjalan, meninggalkan bekas sujud di wajah (maksudnya: tanda hitam di jidat), memejamkan mata agar disangka sedang terkena tarikan ruhani (al-wajd) dan penampakan ruhani (mukasyafah) atau sedang tenggelam memikirkan sesuatu persoalan (gha’ish fil fikr).
     

Ketiga, riya dari segi PAKAIAN (ar-riya’ fi al-tsiyab), tandanya yaitu seperti memakai pakaian ala sufi, pakaian kasar, memendekkan pakaian sampai setengah betis, membiarkan pakaian terlihat compang-camping dan kumal, semuanya itu agar disangka ia tidak punya waktu untuk mengurusi yang demikian. Tanda lainnya shalat di atas sajadah agar disangka seorang sufi, padahal ia tidak tahu siapa hakikat sufi yang sebenarnya. Tanda lainnya adalah memakai jubah, seledang, dan melebarkan lengan baju, agar disangka ia orang alim. Tanda lainnya adalah memakai kaos tangan/kaki agar disangka ia orang yang hidup sederhana karena begitu hati-hatinya dengan debu jalanan.

Keempat, riya dari segi PERKATAAN (ar-riya’ bil qawl), tandanya yaitu seperti seorang pemberi nasihat dan peringatan yang membagus-baguskan perkataannya dan mengungkapkannya dengan kalimat puitis, atau berbicara dengan ungkapan-ungkapan hik...mah dan ucapan para salaf sambil melembutkan suara dan menampakkan kepiluan, padahal batinnya kosong dari ketulusan dan keikhlasan, namun ia melakukan semua itu agar disangka begitu. Orang seperti ini juga menampakkan kesedihan di tengah orang banyak, namun ketika sendiri ia bermaksiat kepada Allah. Tanda lainnya seperti orang yang mengklaim hapal hadits dan bertemu dengan banyak guru, dan ia dengan mudah mengatakan bahwa hadits ini shahih, hadits itu cacat, agar ia disangka pakar dalam soal ilmu hadits. Tanda lainnya adalah seperti orang yang menggerak-gerakan bibir dengan zikir dan melakukan amar makruf nahi munkar di tengah masyarakat, padahal hatinya tidak merasa sakit ketika melakukan maksiat. Tanda lainnya adalah seperti orang yang menampakkan rasa marah dengan kemaksiatan yang terjadi, namun ketika ia melakukan maksiat, hatinya tidak merasakan pedih.

Kelima, riya dari segi PERBUATAN (ar-riya’ bil amal), tandanya yaitu seperti melamakan berdiri ketika shalat, membagus-baguskan ruku‘ dan sujud, menundukkan kepala, tidak banyak bergerak, gemar bersedekah, berpuasa, berhaji, pelan dalam ber...jalan, mengendurkan kelopak mata, padahal Allah swt tahu seandainya ia dalam kesendirian, ia tidak akan melakukan semua itu. Bahkan, ia akan malas-malasan ketika shalat, cepat-cepat ketika berjalan, namun ketika muncul orang lain, ia kembali bersikap tenang, agar disangka khusyu‘.

Keenam, riya dari segi memperbanyak murid dan sahabat dan memperbanyak menyebut nama para guru (ar-riya’ bi katsrat al-talamidzat wal ashhab wa katsrat dzikr al-syuyukh) agar disangka ia banyak bertemu dengan para guru, atau seperti orang yang senang didatangi para ulama dan penguasa, agar disangka sebagai orang yang diminta keberkahannya.

Sabtu, 22 Januari 2011

Insan Sangat Membutuhkan Nasihat...

Insan Sangat Membutuhkan Nasihat...
www.murabbi.net
Dihantar Oleh : musafir
Editor: KAKLONG



Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Alhamdulillah dengan RahimNya Allah telah mengurniakan kita insan yang
menghiasi pertuturan mereka dengan indahnya kata berupa nasihat. Tanpa
kita menyedari, itulah nikmat kurniaanNya buat kita hamba-hambaNya yang
sangat dikasihi lagi dicintaiNya. Namun bagaimana Cinta kita
padaNya..astaghfirullahal azhim.. Sungguh masih jauh perjalanan untuk
menjadikan CintaNya terpenuh dalam relung jiwa kita walaupun ianya
menjadi dambaan diri sejak permulaan hidup kita lagi, Allahu akbar.
Bantulah kami ya Allah untuk memusatkan Cinta kami hanya padaMu.


Maha Suci Allah, sungguh kata-kata itu menyentuh hati ini hingga
membenihkan mutiara jernih dipipi. Alhamdulillah. Jazakillahu khoir kak
Fir dan sahabat kesayangannya kak Ain (juga salah seorang antara
kesayanganku) atas tulisan yang menyentuh hatiku itu. Maha suci Allah
yang memegang hati-hati insan dan mempertautkannya dalam Rahmat dan
Kaseh sayangNya, semoga kita semua tergolong dalam golongan tersebut,
amin. Untuk sahabat setia teratak Hijrah Insan Menuju Allah juga sahabat
mayaku sekalian, ingin ana kongsikan mutiara Iman tersebut kepada
kalian. Semoga Allah sentiasa memimpin kita kepada Cahaya dan RedhaNya,
insya'Allah amin3 Ya Rabb.. Selamat membaca dengan mata hati


Teman...



Adakalanya mungkin engkau tidak memahami kesulitan perjalanan hidup yang
kualami. Maka adalah cukup sekadar engkau menghadiahi diriku dengan
secebis DOA buat kebahagiaanku di dunia & akhirat, kerana itulah
yang lebih menenangkan dan mendamaikan jiwa ini.


Pintaku jua... hormatilah pendirianku tanpa perlu mencampuri urusan
peribadiku, kerana boleh jadi ia akan hanya menambahkan kesedihan di
dalam hidup ini.


Ya Allah... Sesungguhnya yang buruk itu datangnya daripada kekurangan
dan kelemahan diri ini dan yang baik itu datangnya daripada KEAGUNGAN
& RAHMATMU! Maka Ya Allah...Leraikanlah kekusutanku...Leburkanlah
kesulitan hidupku..Berilah daku kekuatan & petunjuk ke jalan yang
lurus, jalan yang membawa kepada keagungan CINTAMU!




Bukankah Engkau telah berfirman:-


"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama
kesulitan ada kemudahan." [Surah Al-Insyirah : ayat 5-6]






Kadangkala petunjuk dan ilham itu datangnya daripada Allah swt dengan
pelbagai cara... Pagi ini SAHABATku mengirimkan pesanan ringkas yang
memberi cahaya dan kekuatan ke dalam jiwa ini. Betapa bahagianya rasa,
kerana diri ini yakin itu sebenarnya datang daripada CINTANYA...



Jika kita berasa INGIN MARAH, jangan marah! Kerana..."Sesungguhnya Allah menolong orang yang bersabar."[Surah Al-Baqarah : Ayat 153]


Jika kita berasa TAKUT akan sesuatu perkara yang benar, janganlah takut! Kerana..."Janganlah kamu berasa takut, sesungguhnya AKU bersamamu."

[Surah Taha : Ayat 46]


Jika berasa SEDIH akan kehilangan sesuatu yang berharga, jangan! Kerana..."Janganlah kamu berdukacita, sesunguhnya Allah bersama kita."

[Surah At-Taubah : Ayat 40]




Jika kamu ingin bergaduh atau memutuskan silaturrahim, jangan!
Kerana..."Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, dan
damaikanlah persengketaan diantara saudara kamu." [Surah Al-Hujurat :
Ayat 10]




LIHAT...

Jika kamu merujuk AYAT-AYAT Allah secara keseluruhannya di dalam hidup
ini, nescaya hilanglah penyakit-penyakit hati kita dan segala macam
permasalahan hidup!

Masya'Allah..



Sumber: Link